Dari majalah Mother and Baby edisi terbaru, Agustus 2007, saya membaca sebuah artikel soal profil seorang wanita menyusui… Mbak Vera N. Makki namanya. Menarik, karena dia memberikan statement yang cukup membuat saya merenung. Begini katanya.

“…saya sangat menyayangkan stereotip yang berkembang di masyarakat Indonesia bahwa pemberian ASI sebagai satu-satunya tolok ukur baik tidaknya seorang ibu, bahwa semakin lama memberikan ASI, semakin baik ibu tersebut dipandang.
…keputusan saya memberikan ASI pada anak lebih kepada kesadaran saya akan manfaat ASI terhadap pertumbuhan mereka, bukan karena ingin dilihat sebagai ibu yang baik. Saya tidak peduli orang mau bilang apa.
…saya juga tidak pernah bertanya kepada siapapun apakah ia memberikan ASI atau tidak kepada anaknya, kecuali jika saya tahu pasti ia memberikan ASI atau jika ia bertanya terlebih dahulu ke saya.
…’Asi, enggak?’, ‘Sehari berapa cc?’, ‘Cuma 5 bulan? Dulu saya 2 tahun, lho!’, ‘Kok ngga ASI? Masak sih enggak keluar, coba terus dong.’ Walah-walah… it’s so annoying.”
Begitu.

Share Mbak Vera ini bener-bener bikin saya merenung. Betul juga, gampang banget kita terjebak untuk nge-judge orang lain. Saya sendiri yang masih calon ibu aja, sadar-ga sadar udah mulai bertanya, “ASI, enggak?” pada teman-teman saya yang baru punya anak. Padahal bisa jadi temen saya itu punya sensitivitas tinggi karena udah berjuang semaksimal mungkin dan ASInya tetep ga keluar. Gimana rasanya ditanya seperti itu…

Beberapa kali juga saya membaca di milis soal share temen-temen yang sedih ato bete ato kecewa karena merasa gagal mempengaruhi temen kantornya untuk ASIX alias ASI eksklusif. Alesannya macem-macem, mulai dari yang ASInya ga keluar lagi (yang seperti kata Mbak Vera di atas, ditanggepin dengan ‘masak sih ga keluar, kurang gigih kali…’)

Baca lebih ke bawah lagi, ternyata Mbak Vera ini lahirannya di Amerika Serikat… pantesan punya sense penghargaan privacy yang tinggi 🙂 Kalo disini, mungkin memang udah habitnya kali ya, segala sesuatu ‘dibagi bersama-sama’, even urusan ASI pun, siapapun berhak komentar in the name ngasi masukan terbaik… 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Web RCTI: Search-nya dimana yak?

Wed Jul 25 , 2007
Share on Facebook Tweet it Share on Google Pin it Share it Email Iseng buka webnya RCTI, berhubung sore ini nyalain TV, ehhhh sinetron Intan […]